Kisah seorang pemuda yang menerima visi ilahi, membangunnya dengan iman selama puluhan tahun, hingga Bukit Rhema dikenal oleh jutaan orang dari 120 negara di seluruh dunia.
Pada tahun 1988, Daniel Alamsjah — seorang pemuda asal Jakarta — menerima visi untuk membangun Rumah Doa Bagi Segala Bangsa setelah berdoa semalaman di sebuah bukit di Magelang, Jawa Tengah.
Visi itu datang jauh sebelum ia tahu di mana persisnya tempat itu berada. Imannya memimpin langkahnya — dari Jakarta, melintasi ratusan kilometer, hingga tiba di Desa Gombong, Kembanglimus, di sudut kota Borobudur.
"Menjadi Rumah Doa Bagi Segala Bangsa." — Visi Daniel Alamsjah, 1988
Pembangunan dimulai pada tahun 1992. Namun masa-masa awal adalah perjuangan yang luar biasa. Daniel bekerja sebagai karyawan swasta di Jakarta — dan selama lebih dari 10 tahun, ia menjalani rutinitas yang sama setiap minggu:
Jumat malam naik kereta fajar Jakarta–Purworejo. Sabtu dan Minggu memantau pembangunan di Magelang. Minggu sore kembali ke Jakarta. Senin pagi masuk kerja kembali.
Tantangan demi tantangan datang silih berganti. Namun Daniel terus berpegang pada satu keyakinan: bahwa Tuhan akan menyelesaikan setiap visi yang telah Ia berikan.
Di usia lebih dari 70 tahun, Tuhan terus memberikan kesehatan dan kekuatan kepada Daniel. Dari Bukit Rhema, ia melangkah lebih jauh — mendirikan Panti Rehabilitasi Betesda tidak jauh dari lokasi, untuk melayani mereka yang berjuang melawan narkoba, gangguan jiwa, kenakalan remaja, dan okultisme.
Kini Bukit Rhema bukan hanya rumah doa. Ia telah berkembang menjadi ekosistem kehidupan — kuliner, fashion, olahraga, pertanian, pemberdayaan masyarakat — semua berakar dari visi yang sama: menjadi garam dan terang bagi sesama.
Bukit Rhema menyediakan ruang-ruang doa dan area ibadah yang terbuka untuk semua agama dan suku bangsa.
Setiap lantai Bukit Rhema memiliki tema dan fungsi spesifik yang menggabungkan nilai religi, introspeksi, dan edukasi — dituangkan melalui lukisan dinding yang saling terhubung.
Bukit Rhema telah dikunjungi oleh wisatawan dari 120 negara di seluruh dunia. Dari Malaysia hingga Somalia, dari Islandia hingga Bolivia — semua bangsa telah menapakkan kaki di atas Bukit Rhema. Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa visi Daniel Alamsjah pada 1988 telah menjadi kenyataan.
Bukit Rhema beroperasi di bawah dua entitas hukum resmi yang terdaftar di Indonesia.
Dengarkan langsung dari Daniel Alamsjah — perjalanan iman, visi, dan bagaimana Bukit Rhema tumbuh menjadi nyata.
Karangrejo Gombong, Kurahan, Kembanglimus, Kec. Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56553