http://bukitrhema.com/wp-content/uploads/2017/05/banner_pengumuman_kedai.jpg
http://bukitrhema.com/wp-content/uploads/2017/03/banner-bukitrhema-01.jpg
http://bukitrhema.com/wp-content/uploads/2017/03/banner-bukitrhema-03-1.jpg
http://bukitrhema.com/wp-content/uploads/2017/03/banner-bukitrhema-02-1.jpg

Founder of Bukit Rhema

Bukit Rhema atau yang dikenal dengan nama Gereja Ayam Magelang dibangun pada tahun 1992 oleh Daniel Alamsjah. Daniel Alamsjah menerima visi pada tahun 1988 untuk membangun Rumah Doa bagi Segala Bangsa setelah doa semalam di tempat di mana Bukit Rhema dibangun.

Daniel muda pada awalnya tidak tahu bahwa tempat ini ada di Desa Gombong Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah. Terletak di sudut kota Borobudur.

Meskipun tempat ini jauh dari tempat di mana daniel hidup pada waktu itu yaitu Jakarta, imannya memimpin Daniel muda tiba di tempat ini dan kemudian Daniel Alamsjah menerima visi tersebut.

The Beginning of Bukit Rhema

Daniel berkeyakinan bahwa akan ada banyak orang datang berduyun duyun dari Segala Suku Bangsa ke Bukit Rhema untuk melihat kebaikan Tuhan.

Karena visi ini, Daniel menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membangun Bukit Rhema. Awal Pembangunan Bukit Rhema adalah masa-masa sulit untuk Daniel karena ia menghabiskan 5 hari waktunya untuk bekerja di Jakarta dan pada akhir pekan ia harus memantau pembangunan di Magelang. Lebih dari 10 tahun Daniel menghabiskan Jumat malam dan Minggu sore di kereta fajar Jakarta – Purworejo – Jakarta. Kemudian Senin pagi memulai kembali rutinitas sebagai karyawan swasta di salah satu perusahaan di Jakarta.

The Power Of God

Tantangan demi tantangan, namun Daniel percaya pada pertolongan Allah yang sempurna. Daniel terus membangkitkan rasa melayaninya dengan membangun Panti Rehabilitasi Narkoba dan Mental tidak jauh dari Bukit Rhema. Panti Rehabilitasi itu diberi nama Panti Rehab Betesda.

Pada usia lebih dari 70 tahun, Tuhan terus memberikan kesehatan untuk Daniel, sehingga ia dapat belajar bagaimana merehabilitasi pengguna narkoba dan mampu melayani mereka yang terhilang.

Seven Storeys

Saat ini Bukit Rhema yang dikenal Gereja Ayam Borobudur memiliki 7 lantai, masing-masing lantai akan memiliki “storry telling” yang berbeda. Menceritakan Perjalanan Spiritual Manusia, Makna Doa, kebaikan Tuhan, Mujizat dan Kearifan Lokal.

Semua ini dituangkan dalam lukisan yang saling berhubungan dan memiliki pesan moral bagi pengunjung.

The Journey of Bukit Rhema

Saat ini Bukit Rhema terus berkembang menjadi wisata religi, wisata edukasi dan wisata alam di Magelang.

  • Wisata Religi
    Bukit Rhema sebagai Rumah Doa Segala Bangsa memiliki fungsi sebagai tempat bagi umat yang ingin berdoa secara khusus dengan fasilitas ruang-ruang doa pribadi.
  • Wisata Edukasi
    Bukit Rhema memiliki fungsi edukasi. Edukasi tentang bahaya narkoba, bahaya merokok dan edukasi tentang Nasionalisme yang dituangkan melalui lukisan dinding yang menarik.
  • Wisata Alam
    Bukit Rhema yang dikenal dengan Gereja Ayam berdiri di atas perbukitan dan dikelilingi dengan pegunungan sehingga memiliki pemandangan yang indah. Tak Heran Bukit Rhema menjadi salah satu spot melihat sunrise terindah di Magelang.

Selain itu Bukit Rhema (Gereja Ayam) juga menjadi salah satu penggerak desa wisata Borobudur dan ekonomi kerakyatan melalui bundling tiket masuk Bukit Rhema dengan Singkong Desa (Latela Gombong Cassava). Latela Gombong Cassava merupakan singkong yang dihasilkan dan diproses warga sekitar Bukit Rhema (Gereja Ayam)